Kisah Cinta Petani, Sawah, & Celeng_Penulis: Trisnatun


Apa jadinya jika sekolah dipandang sebagai sawah, guru sebagai petani, dan murid termasuk yang paling bandel sebagai bagian dari ekosistem yang harus dirawat bukan disingkirkan?

Kisah Cinta Petani, Sawah, dan Celeng bukanlah buku teori pendidikan yang kaku, melainkan kumpulan refleksi tajarn, Jujur, dan getir tentang dunia sekolah, guru honorer, hingga kebijakan pendidikan yang sering kali tampak jauh dari rakyatnya. Melalui bahasa metafora yang hidup dan satir yang halus namun menusuk penulis membawa kita menyusuri ruang kelas dan sawah kehidupan"-tempat di mana harapan sering kali diuji.

Di dalam buku ini, Celeng yang biasanya dianggap hama diubah menjadi simbol keberanian untuk melihat murid dan realitas dari sudut pandang yang lebih adil dan penuh kasin Buku ini tidak menawarkan jawaban instan; la justru mengajukan pertanyaan penting: Apakah sekolah kita masih memiliki jiwa, atau sekadar berjalan secara administratif? Dan apakah kita masih berani merawat, meski tahu risiko gagal panen selalu ada?

Membaca buku ini seperti duduk di pematang sawah saat senja tenang di permukaan, tetapi penuh perenungan di dalam. Jika Anda mencari bacaan yang menggugah dan meninggalkan jejak lama setelah halaman terakhir ditutup, buku ini layak ada di tangan Anda.


Penulis: Trisnatun ; Editor: Ardan SirodjuddinTata letak: Nadila Amelia; Desain sampul: Muhamad Yafi B. Antasena; Kertas: Bookpaper 72 gsm; Cover: Soft cover; ISBN:---------------- ; Shopee: PENERBIT SATRIA PUBLISHER



Post a Comment

0 Comments